Tampilkan postingan dengan label Gading Aurizki. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gading Aurizki. Tampilkan semua postingan

1 September 2015

Kelak Jika Saya Punya Anak, Akankah Ia Masuk KAMMI?

oleh: Gading EA
Mahasiswa Profesi Ners Unair, Penulis Buku "Menjaga Nafas Gerakan"

KAMMI adalah organisasi pergerakan yang masih sangat muda. Dideklarasikan di Malang pada tanggal 29 Maret 1998, tahun ini usianya baru menginjak 17 tahun, usia di mana seorang anak belum cukup umur masuk dunia kampus. Pun demikian dengan anak-anak para aktivisnya. Artinya, KAMMI belum memiliki generasi kedua dalam satu keluarga yang orang tua dan anaknya juga menjadi kader KAMMI.

Sekedar ilustrasi, Fahri Hamzah ketua KAMMI pertama menikah tahun 1996, jika punya anak 1-2 tahun setelahnya mungkin usia anaknya baru menginjak 17-18 tahun. Itu gambaran keluarga aktivis KAMMI generasi paling awal, belum yang setelahnya. Berbeda dengan HMI, GMNI, IMM, atau PMII yang usianya jauh lebih tua. Mungkin ada di antaranya mereka yang dalam satu keluarga dua-tiga generasi mengikuti organisasi yang sama.

4 Juli 2015

Menimbang Gerakan Berbasis Komunitas

Gading EA
Penulis buku "Menjaga Nafas Gerakan", Pegiat Pusat Studi Globalisasi dan Gerakan (PUSGLORA) Surabaya

“Mahasiswa ke mana?” Itulah pertanyaan yang terlontar dari beberapa kalangan terkait aktivitas pergerakan mahasiswa era sekarang yang dianggap tidak lagi mewadahi aspirasi masyarakat. Apakah dugaan bahwa pergerakan mahasiswa sedang lesu itu benar? Atau sebenarnya gerakan mahasiswa sedang bertransformasi ke bentuk yang lain? Jika memang telah bertransformasi, apakah itu akan menjadi pola gerakan baru yang bertahan dalam waktu panjang, atau hanya tren sesaat yang akan padam dalam waktu dekat?

Beberapa bulan belakang, Pusat Studi Globalisasi dan Gerakan (PUSGLORA) memiliki concern untuk menjawab beberapa pertanyaan di atas. Selain melakukan diskusi secara internal, kami juga telah berdialog dengan beberapa pihak eksternal, baik bertemu secara langsung maupun via media sosial (chatting). Kesimpulan yang bisa kami ambil sejauh ini adalah, mulai maraknya gerakan-gerakan sosial berbasis komunitas yang mulai menggeser minat aktivis mahasiswa untuk berkiprah di organisasi formal–intra kampus maupun ekstra kampus.

7 Februari 2015

Gerakan Islam, Globalisasi dan Tanggapan-Tanggapannya

oleh: Gading EA
Staf Kebijakan Publik PD KAMMI Surabaya

Hanya dalam satu abad Indonesia mengalami perubahan formasi sosial yang sangat cepat. Separuh pertama abad ke-20 Indonesia masih berada pada era kolonialisme sampai tahun 1945. Separuh abad kedua, Indonesia memasuki era developmentalisme yang ditandai pembangunan berbagai sektor atas dasar paham modernisasi. Belum hilang rasa kaget akibat modernisasi, Indonesia sudah harus menghadapi babak baru yang disebut globalisasi.

Perubahan-perubahan tersebut berdampak besar pada tatanan masyarakat bangsa ini. Islam sebagai salah satu komponen utama masyarakat Indonesia juga merasakan dampak perubahan tersebut. Dampaknya tidak selalu negatif. Melihatnya pun harus dari kacamata peluang dan tantangannya. Pertanyaannya, bagaimana Umat Islam merespon kondisi ini?

27 Januari 2015

Liberalisasi, Liberasi, dan Literasi: Tanggapan untuk Arif Saifurrisal


Oleh: Gading EA
Warga KAMMI Surabaya, Ketua KAMMI Universitas Airlangga 2012-2013
“Maka jika hari ini muncul kecaman terhadap kelompok yang disebut-sebut sebagai Islam Liberal, sebenarnya islam sendiri adalah sebuah agama yang liberal.”
Kalimat pembuka di atas saya kutip dari tulisan saudara Arif Syaifurrisal yang berjudul “Islam dan Liberalisme” di Jurnal KAMMI Kultural tanggal 1 Januari 2015 (lih. http://www.kammikultural.org/2015/01/islam-dan-liberalisme.html). Ada yang perlu diluruskan dari tulisan beliau karena dapat mengundang kesalahpahaman terhadap konstruksi pemikiran yang hendak beliau bangun.

Pertama, yang perlu diluruskan adalah tidak jelasnya definisi liberalisme, liberasi, dan liberal dalam tulisan tersebut. Meskipun memiliki akar kata yang sama, ketiga definisi tersebut tidak dapat disamakan. Oleh karena itu, sangat rancu ketika saudara Arif mengatakan bahwa Islam adalah agama yang liberal berdasar konsep liberasi Kuntowijoyo.

Kedua, tentang kesimpulan saudara Arif di akhir tulisan bahwa kaum muslimin harus memiliki pemikiran liberal dan berpikiran merdeka. Meskipun dalam kalimat berikutnya dijelaskan bahwa yang dimaksud adalah membebaskan kaum muslimin dari keterjajahan pemikiran, istilah liberal di sini tidak menemukan konteksnya.

17 Januari 2015

Titik Rawan Muslim Negarawan: Sebuah Kritik


oleh: Gading EA
Staf Kebijakan Publik PD KAMMI Surabaya [1]

Kader KAMMI generasi sekarang pasti mengetahui istilah “Muslim Negarawan”. Minimal pernah melihatnya tercetak gagah di punggung jaket aktivis. Namun, banyak yang belum tahu kalau Muslim Negarawan bukanlah konsep yang sudah eksis sejak KAMMI berdiri. Ia merupakan jawaban atas kegelisahan, pengalaman, dan pergulatan pemikiran para ideolog KAMMI setelah tujuh tahun sejak dideklarasikan.

Konsep Muslim Negarawan ‘ditemukan’ dalam Lokakarya Nasional Kaderisasi KAMMI di Sukabumi pada tanggal 29 Desember 2005 s.d 1 Januari 2006[2]. Forum lokakarya tersebut lah yang melahirkan rumusan Manhaj Kaderisasi 1427 H dimana Muslim Negarawan ditetapkan sebagai outcomes pengkaderan KAMMI[3].

Dalam manhaj terbaru, Manhaj Kaderisasi 1433 H, pun tidak ada perubahan signifikan selain detail-detail pengkaderan. Orientasi dasarnya masih tetap, yakni melahirkan kader yang memiliki karakter Muslim Negarawan[4]. Sampai sekarang belum ada konsep yang mampu menggeser Muslim Negarawan dalam diskursus pengkaderan KAMMI.

Pertanyaannya, apakah Muslim Negarawan akan selamanya menjadi orientasi pengkaderan KAMMI?

25 Februari 2013

Menggagas KAMMI (di) Surabaya: Catatan Jelang Muktamar

oleh: Gading Aurizki *)

Gambar

"Persaudaraan adalah Watak Muamalah KAMMI..."

Di malam Kamis ini, izinkan saya untuk berbagi kegelisahan kepada kawan2 semua. Selama hampir 3 tahun di KAMMI, saya memandang bahwa ada tiga daerah yang menjadi basis KAMMI. Tanpa mengecilkan daerah2 lain, tiga daerah ini memang spesial dengan cirinya masing2.