Oleh: Ibrahim
Hasan
Mahasiswa Universitas Sebelas Maret Angkatan 2013.
Aktivis Gema Pembebasan Solo Raya
Saat di mana kita tak memiliki tenaga untuk melawan, kita masih bisa menulis. Saat di mana suara kita dibungkam, kita masih bisa menulis. Saat fisik kita dipenjara, kita masih bisa menulis. Lakukanlah perlawanan, meski dengan hanya menulis!
Memang,
menulis bukan satu-satunya cara untuk melakukan perlawanan, tetapi menulis bisa
menjadi satu cara untuk tetap menumbuhkan semangat perlawanan. Saat kita
terdesak tak punya saluran untuk menyuarakan pendapat kita, menulis menjadi
media untuk menggelontorkan gagasan dan pendapat kita agar dibaca banyak orang.