oleh: Mu'tamar Ma'ruf
Ketua Bidang Kajian Strategis KAMMI DIY 2001-2002, Kini Guru SMP di Jakarta
CATATAN EDITOR: Tulisan ini merupakan Muqaddimah dari Laporan Pertanggungjawab Bidang Kajian Strategis KAMMI DIY 2001-2002 yang ketika itu digawangi oleh Mu'tamar Ma'ruf. Editor memberikan judul, merangkum kembali bagian-bagian yang terserak dan memperbaiki beberapa masalah penulisan. Naskah Pertanggungjawaban ini penting karena memuat gagasan-gagasan yang mendasari profil "Gerakan Intelektual Profetik" KAMMI sebelum menjadi bagian dari paradigma gerakan di Muktamar Samarinda 2004. Kami berharap, Semoga menjadi inspirasi bergerak dan berkarya bagi kader-kader KAMMI di tahun 2014. Silakan dinikmati sajian dari Forum Diskusi KAMMI Kultural.
“Dan Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”, Maka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan khalifah di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?: Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”. (Q. S. Al-Baqarah: 30).
Ayat yang penulis kutip di atas membuat kita bertanya-tanya. Di ayat tersebut, tertulis bahwa Allah Subhanahu Wa Ta’ala akan menciptakan seseorang yang nantinya akan dijadikan menjadi khalifah di bumi ini. Ayat di atas jelas tidak menunjuk sebuah kaum, atau manusia secara keseluruhan, tetapi menunjuk seseorang. Siapakah dia?
