tulisan ini disampaikan pada diskusi rutin LDK Universitas Negeri Jakarta
Oleh : Andriyana S.T *)

AWAL tahun 2011, dunia di kejutkan oleh sebuah peristiwa tumbangnya rezim ototriter Tunisia dalam waktu yang sekejap. Hanya sepekan pemimpin otoriter Zinedin Ben Ali ini tumbang karena demonstrasi besar-besaran yang terjadi di Tunisia. Peristiwa ini bermula ketika seorang pedangan buah dan sayuran di rampas dagangannya dan dia melakukan protes terhadp pemerintah Tunisia,karena tidak di gubris maka pedagang ini membakar dirinya hingga tewas sebagai bentuk protes terhadap pemerintah. Sontak kejadian ini menjadi pemicu terjadinya demonstrasi besar-besaran di Tunisia dan menyebabkan dictator Ben Ali melarikan diri dari Tunisia dalam waktu sepekan.
Laksana belantara kerontang disirami bensin, maka tinggal menunggu waktu pula datangnya pemantik untuk menyulut api perlawanan terhadap pemerintahan diktator di Timur Tengah. Tak perlu menunggu lama api perlawan itu berkobar di hampir seantero dunia Arab,yang kemudian pergolakan perlawanan di Timur Tengah ini oleh sebagian orang di sebut dengan “arab spring”.