Tampilkan postingan dengan label Arif Saifurrisal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Arif Saifurrisal. Tampilkan semua postingan

1 Januari 2015

Islam dan Liberalisme

oleh: Arif Syaifurrisal
Pegiat KAMMI di Surabaya

Saat terjadi gejolak di tubuh Sarikat Islam yang melibatkan golongan kiri, seperti Semaoen dkk (SI-Merah) dengan golongan Islamis Agus Salim dkk (SI-Putih), H.O.S Tjokroaminoto menulis buku berjudul Islam dan Sosialsme. Buku ini ditulis guna menghalau pengaruh kelompok kiri komunis dalam tubuh SI. Dalam buku yang dicetak berulang-ulang hingga dekade 1950an ini, Tjokroaminoto menyampaikan bahwa seorang muslim dengan sendirinya akan menjadi sosialis, tidak perlu ikut ikutan komunisme ala barat, sosialisme ala barat. Maka, Islam sebagai sebuah agama yang syumul, sebagai sebuah way of life yang komperhensif dengan sendirinya bersifat sosialis. Tentu saja, sosialisme yang berada dalam pihakan Islam yang syumul ini sangat berbeda dengan sosialisme yang muncul dan dipraktikkan di Eropa sana.

Jika pada abad ke-20 islam banyak bergesekan dengan ideologi sosialis yang sedang naik daun sebagai ideologi perlawanan terhadap imperialisme dan kapitalisme barat, maka pada abad ke-21 ini Islam banyak bersinggungan dengan liberalisme yang diklaim oleh Francis Fukuyama dalam bukunya, The End of History. sebagai pemenang final dari benturan ideologi di tatanan dunia saat ini. Atau, yang dipercaya sebagai representasi 'Barat' dalam benturan antar peradaban -versi Samuel Huntington- sampai akhir hayat dunia nanti. Maka, pertanyaan yang perlu dimunculkan: apakah Islam yang dipercaya oleh pengikutnya sebagai agama yang syumul, sebagai sebuah way of life yang komperhensif juga bersifat liberal sebagaimana Islam juga bersifat sosialis seperti kata Tjokroaminoto?

8 Oktober 2014

PERTAHANAN MARITIM, PEMBANGUNAN KARAKTER KEBANGSAAN

Arif Saifurrisal[1], Anis Maryuni Ardi[2] dkk.

Kementrian Pertahanan mempunyai rencana strategis untuk menciptakan stabilitas keamanan NKRI melalui strategi jangka menengah dalam kurun tahun 2010-2024. Secara normative kita dapat membaca proses rencana strategi ini berdasarkan pada kekuatan alutsista. Berdasarkan tahun anggaran 2012, dengan dana 70 Triliyun, untuk menjaga keutuhan NKRI sangatlah dana yang minimalis. Angka tersebut hanya bisa digunakan untuk anggaran belanja dan Protokoler TNI ditambah dengan pembelian senjata adan alutsista yang kurang memadai. Berikut ini merupakan Rencana Strategi MEF 2010-2024 yang secara berkelanjutan akan diamanahi dibawah periode kepresidenan SBY dan Presiden terpilih Oktober 2014.

                           (Sumber: Kementrian Pertahanan dalam Political Science Fair)