Ahmad Rizky M. Umar
Peneliti dan Aktivis
Tragedi Charlie Hebdo segera menjadi perdebatan publik. Beberapa cendekiawan muslim seperti Tariq Ramadan, Farish Noor, atau Yasir Qady segera mengecam penembakan, namun ada satu hal yang perlu dicermati: apa yang dilakukan oleh Charlie Hebdo dalam beberapa satirnya juga tak bisa diterima. Keduanya, baik penembakan atau kartun satir yang jelas-jelas menghina simbol-simbol identitas Islam, sama-sama keliru dan fatal.
Peneliti dan Aktivis
Tragedi Charlie Hebdo segera menjadi perdebatan publik. Beberapa cendekiawan muslim seperti Tariq Ramadan, Farish Noor, atau Yasir Qady segera mengecam penembakan, namun ada satu hal yang perlu dicermati: apa yang dilakukan oleh Charlie Hebdo dalam beberapa satirnya juga tak bisa diterima. Keduanya, baik penembakan atau kartun satir yang jelas-jelas menghina simbol-simbol identitas Islam, sama-sama keliru dan fatal.
Tapi mari kita berpikir lebih ke depan. Apa dampak insiden ini bagi tatanan politik global ke depan? Apakah penembakan ini sebentuk 'sinyalemen' pertentangan yang lebih keras antara 'Islam' dan 'Barat'? Apakah bakal ada gelombang baru 'Islamofobia' terutama di negara-negara Eropa? Ataukah ini sebetulnya sinyal pengaturan keimigrasian yang lebih ketat di negara Barat?



